Selain merenggut nyawa, corona juga mengubah kebiasaan interaksi antar manusia. Jabat tangan adalah salah satu contoh dimana sering dilakukan ketika bertemu dengan teman maupun saudara, namun semenjak adanya himbauan jaga jarak oleh pemerintah sebagai upaya mencegah penularan virus maka jabat tangan adalah hal yang dilarang saat bertemu. Contoh perubahan interaksi lainnya yang terjadi adalah dilarang berdekatan dengan orang minimal jarak yang perlu diterapkan adalah satu hingga dua meter. Penggunaa telepon lebih baik diterapkan untuk menghubungi saudara atau teman karena hal itu bisa meminimalisir kegiatan tatap  muka langsung yang rawan menjadi persebaran virus. Pembatasan interaksi nampaknya juga memberikan dampak negatif meskipun dengan alih-alih meminimalisir persebaran. Individu yang mengalami keterbatasan interaksi akan berdampak pada kondisi psikologisnya. Keterbatasan gerak bisa menyebabkan ketakutan akan bahaya nfeksi yang memungkinkah terjadinya isolasi berkepanjangan, rasa khawatir, bahkan stres akibat terganggunya kemampuan finansial. Berikut adalah tips agar kondisi psikologismu tetap terjaga ditengah pembatasan interaksi.

Biasakan Pola Hidup Sehat

Interaksi Antar Manusia Berubah Semenjak Corona Mewabah

            #dirumahaja membuat 24 jam waktumu selama berhari-hari betah berdiam diri dirumah. Manfaatkan kesempatan itu untuk menerapkan pola hidup sehat seperti olahraga dan menjaga dari makanan yang tidak sehat. Olahraga diyakini bisa menjadi salah satu cara meredakan stress karena olahraga sedniri adalah latihan stress fisik untuk tubuh. Olahraga berkaitan dengna saran simpatik dan hypothalamic-pituitary yang bertanggung jawab untuk mengelolah stress yang dialami seseorang serta menimbukan perubahan fungsi tubuh. Dengan membiasakan  diri olahraga itu artinya kamu melatih tubuhmu untuk merespon stress dengan lebih baik. Olahraga yang teratur juga berdampak pada penurunan hormon kortisol dan epineprin. Kedua hormon tersebut dikeluarkan oleh tubuh ketika seseorang mengalami stress. Jika hormon ini dikeluarkan terus menerus maka tubuh akan mengalami stress yang parah yang  berakibat pada fungsi fisiologis tubuh yang terganggu. Ketika hormon ini teru menerus dikeluarkan oleh tubuh, maka respon yang diberikan adalah menaikkan gula darah dan menghentikan kerja insulin. Jika ini dilakukan terus menerus oleh tubuh maka orang yang mengalami stress akan memiliki kemungkian besar untuk terjangkit diabetes melitus dan penurunan sistem kekebalan tubuh. Sebaliknya jika seseorang rutin melakukan olahraga maka stress bisa dihindari untuk tetap menjaga kesahatan psikologis ditengah pembatasan interaksi antar manusia.

Share Hal Baik Untuk Membangun Interaksi Antar Manusia yang Positif

            Saat pandemi ini mewabah, perhatian masyarakat rasanya sebagian besar tertuju pada informasi mengenai corona baik dari pemberitaan negatif maupun positif. Tapi sadarkah kamu jika media sering menampilkan berita yang negatif mengenai corona? Betul. Hal itu berkaitan dengan agenda setting yang rencanakan untuk membangun kewaspadaan masyarakat akan bahaya virus ini. Jika kamu merupakan orang yang sangat update di media sosial maka secara tidak sadar teman-teman onlinemu ternyata sering membagikan informasi mengenai corona. Lagi-lagi berita negatif sering kali yang jadi incaran informasi yang sering dibagikan. Padahal untuk membangun interaksi antar manusia yang positif dibutuhkan support atau informasi yang bersifat positif untuk menumbuhkan optimisme. Optimisme perannya sangat penting di tengah wabah ini untuk mempertahankan kondisi psikologis seseorang. Berita positif harus disebar secara masif untuk meminimalisir kegelisahan yang dirasakan publik sebagai efek dari pemberitaan negatif.

            Banyak sekali contoh berita positif yang bisa dibagikan melalui media sosial mulai dari  tips murah dan murah yang penerapannya mulai dilakukan dari rumah atau perubahan positif yang ada pada diri semenjak corona muncul. Kepedulian terhadap kesehatan diakui meningkat semenjak adanya wabah ini. Saling mengingatkan untuk memakai masker, saling menjaga jarak dan sering mencuci tangan sebagai wujud bahwa pola sehat sedikit banyak mulai diterapkan. Dengan pembatasan mobilitas masyarakat di luar rumah maka berdampak pada alam yang lebih bersih. Kualitas udara membaik dengan gerakan #dirumahaja karena polusi yang mencul dari kendaraan bermotor juga berkurang. Banyak alat transportasi yang ditutup mulai dari terminal, stasiun hingga bandara. Penutupan beberapa akses jalan juga diterapkan di beberapa daerah sehingga sejalan dengan kampanye #dirumahaja. Berkurangnya penggunaan kendaraan bermotor memiliki sisi positif dalam membantu kondisi selimut bumi/ ozon membaik. Para ilmuwan menyebutkan bahwa lapisan ozon  membaik. Memang belum bisa dipastikan itu merupakan sebab dari merebaknya wabah corona namun negara Italia dan Amerika sebagai negara penyumbang polusi tertinggi mengalami perubahan sejak lockdown diterapkan. Italia, Amerika, dan China telat melihat penurunan drastis dalam polusi udara di negaranya. Itu tadi merupakan rekomendasi jenis beritia yang bisa dibagikan untuk membangun rasa optimis ditengah perang melawan virus karena saling berbagi kabar gembira dan cerita inspiratif di tengah pandemi dirasa lebih bermanfaat ketimbang menyebar berita negatif yang seringkali dibarengi dengan hoaks yang semakin meresahkan.